Hari ini saya kembali mencatat satu tahap penting dalam perjalanan pendidikan dasar di Kabupaten Kuningan.
Sebanyak 15.579 siswa kelas VI dari 655 Sekolah Dasar mulai mengikuti gladi bersih Tes Kemampuan Akademik (TKA). Kegiatan ini bukan sekadar formalitas, tetapi bagian dari upaya kami memastikan bahwa seluruh proses berjalan dengan baik saat pelaksanaan sesungguhnya nanti.
Bagi saya, gladi bersih adalah cermin kesiapan. Di sinilah kami bisa melihat dengan jujur: apakah infrastruktur sudah memadai, apakah para guru dan operator siap, dan yang paling penting, apakah anak-anak kita cukup percaya diri menghadapi asesmen berbasis komputer.
Saya menyadari, perubahan ke sistem digital bukan hal yang sederhana bagi semua sekolah. Masih ada tantangan, baik dari sisi jaringan, perangkat, maupun adaptasi pengguna. Karena itu, gladi bersih ini menjadi ruang belajar bersama, bukan untuk mencari kesalahan, tetapi untuk menemukan apa yang perlu diperbaiki.
Tahun ini juga menjadi langkah baru. TKA kita integrasikan dengan Asesmen Nasional. Saya melihat ini sebagai peluang besar. Anak-anak tidak hanya mendapatkan Sertifikat Hasil Tes Kemampuan Akademik, tetapi sekolah juga memperoleh Rapor Pendidikan yang bisa menjadi bahan refleksi bersama.
Bagi saya pribadi, TKA bukan tentang angka semata. Ini bukan alat untuk menentukan siapa yang lulus atau tidak. Kelulusan tetap menjadi kewenangan sekolah. TKA lebih dari itu, ia adalah peta. Peta yang membantu kita melihat di mana posisi anak-anak kita hari ini, dan ke mana arah perbaikan harus dilakukan.
Saya percaya, pendidikan yang baik bukan yang bebas dari masalah, tetapi yang mampu mengenali masalah lebih awal dan memperbaikinya dengan sungguh-sungguh.
Melalui gladi bersih ini, saya berharap setiap kendala teknis sudah terdeteksi. Kita tidak ingin ada gangguan saat pelaksanaan TKA pada 20–30 April 2026 nanti.
Lebih dari itu, saya berharap anak-anak kita tidak hanya siap secara teknis, tetapi juga siap secara mental, tenang, percaya diri, dan melihat asesmen ini sebagai bagian dari proses belajar mereka.
Catatan ini saya tulis sebagai pengingat, bahwa di balik angka-angka ribuan siswa itu, ada harapan besar yang sedang kita jaga bersama. (Kang Surya).
