Kang Surya
BeritaTerbaru

“Terang di Ujung Jalan”: Kisah Ilyas dari Lebakwangi yang Mengajarkan Arti Pantang Menyerah

KUNINGAN — Dari sebuah ruang sederhana di SMP Negeri 1 Lebakwangi, lahir sebuah karya yang tidak sekadar film pendek, tetapi juga potret nyata perjuangan hidup yang menyentuh hati.

Adalah Muhamad Ilyas Maulana, seorang siswa SMPN 1 Lebakwangi, yang tampil sebagai tokoh utama dalam film pendek berjudul “Terang di Ujung Jalan”. Dalam ujicoba perannya, Ilyas menunjukkan bakat akting yang tak terduga. Ekspresi wajahnya yang kuat mampu menghidupkan emosi, bahkan menyita perhatian para penonton sejak adegan pertama.

Apalagi, kehadiran sosok Ibu Guru Enok yang memerankan orang tua Ilyas semakin memperdalam nuansa haru. Interaksi keduanya menghadirkan potret hubungan anak dan ibu yang sederhana, namun penuh makna dan pengorbanan.

Kepala SMPN 1 Lebakwangi, Surya, S.Pd., M.M., mengungkapkan bahwa Ilyas memang dikenal sebagai siswa multitalenta.

“Ilyas itu anak yang luar biasa. Selain berbakat dalam seni peran, dia juga sangat baik dalam matematika. Tidak heran jika dia mampu tampil maksimal, baik dalam drama, tari, maupun kegiatan lainnya,” ujarnya.

Film ini menjadi unik karena seluruh talent melibatkan guru dan siswa. Proses produksinya pun dilakukan secara kolaboratif, bersama Ikatan Alumni (IKA SPENSANGI) dan tim kreatif Anak Langit Ciremai.

Lebih dari sekadar karya seni, film ini merupakan bagian dari upaya penguatan pendidikan karakter di sekolah.

“Kami mencoba menuangkan ide, gagasan, dan terobosan pendidikan ke dalam bentuk film. Harapannya, ini bisa menjadi media pembelajaran yang menyentuh hati,” tambah H. Surya.

Film “Terang di Ujung Jalan” mengisahkan perjalanan hidup Ilyas, seorang anak dari keluarga kurang mampu yang hidup hanya bersama ibunya yang telah lanjut usia.

Di tengah keterbatasan, Ilyas digambarkan sebagai sosok yang tangguh, bertanggung jawab, dan memiliki semangat belajar yang tinggi. Ia tidak menyerah pada keadaan, justru menjadikan kesulitan sebagai bahan bakar untuk terus melangkah.

Perjuangannya tidak sia-sia. Dengan kegigihan dan bakti kepada ibunya, Ilyas akhirnya berhasil meraih beasiswa hingga melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan, U. Kusmana, S.Sos., M.Si., memberikan apresiasi tinggi terhadap film ini.

Usai menyaksikan dan melaunching film di Teater Mini Edukatif pada 25 Maret 2025, ia menilai karya tersebut sarat pesan moral.

“Tokoh Ilyas adalah cerminan anak yang luar biasa. Di tengah keterbatasan, ia tetap berjuang dan tidak menyerah. Ini menjadi contoh nyata bagi siswa lainnya,” ungkapnya.

Ia juga menegaskan bahwa film ini memiliki nilai edukasi yang kuat dan mampu menjadi refleksi bagi generasi muda agar tidak mudah putus asa.

Film ini juga menjadi bagian dari sosialisasi program Dana Abadi IKA SPENSANGI, yang bertujuan membantu siswa berprestasi dari keluarga kurang mampu agar tetap bisa melanjutkan pendidikan.

Melalui karya ini, sekolah ingin menanamkan pesan bahwa pendidikan bukan hanya soal akademik, tetapi juga tentang karakter, ketangguhan, dan harapan.

“Kami ingin anak-anak Indonesia tidak menjadi generasi yang rapuh. Jangan mudah menyerah. Dengan tekad dan usaha, masa depan bisa diraih,” tegas H. Surya.

Di akhir penyampaiannya, sang produser menyampaikan pesan yang sederhana namun dalam:

“Untuk anak-anakku, jangan pernah menyerah. Dalam setiap masalah pasti ada solusi. Kalian adalah bagian dari solusi itu. Kita harus bergerak bersama, karena kalian adalah pemilik masa depan. Dan percayalah, selalu ada terang di ujung jalan.” (Sur)

Related posts

Mereka yang Tetap Datang

Surya

Bel yang Terlalu Pagi untuk Sebuah Harapan

Surya

Disdikbud Kuningan Sambut Konsolnas 2026, Surya: Ini Momentum Menyelaraskan Program Pusat dan Daerah

Surya

Leave a Comment