Pagi itu, Bu Maya datang seperti biasa. Langkahnya tenang. Wajahnya rapi. Senyumnya tidak berlebihan, tapi cukup untuk membuat siswa merasa disambut. “Selamat pagi, Bu!” “Pagi,...
Pagi itu, ruang guru belum sepenuhnya ramai ketika Bu Sari sudah duduk di kursinya. Tasnya sudah terbuka. Buku-buku sudah tersusun. Daftar hadir sudah siap. Seperti...
Pagi itu, ruang aula sekolah lebih ramai dari biasanya. Beberapa guru duduk berkelompok, sebagian tampak antusias, sebagian lagi hanya mengikuti arus. Di depan, layar proyektor...
Hari itu, hujan turun sejak pagi. Tidak deras, tapi cukup untuk membuat halaman sekolah terlihat muram. Siswa datang dengan sepatu basah, sebagian mengeluh, sebagian lagi...
Pagi itu, gerbang sekolah masih setengah terbuka ketika Pak Dedi sudah berdiri di depannya. Langit belum sepenuhnya terang. Udara masih menyisakan dingin yang enggan pergi....
Pagi itu, saya melihat Bu Ina berjalan lebih pelan dari biasanya. Langkahnya tidak seperti hari-hari lain. Tidak ringan. Tidak tergesa. Seolah setiap pijakan menyimpan beban...
Pak Dimas berdiri di depan kelas dengan spidol di tangan, tapi pikirannya tidak benar-benar ada di papan tulis. Di hadapannya, murid-murid kelas itu seperti biasa,...
Pagi itu, seperti biasa, kelas terasa riuh. Suara tawa bercampur dengan keluhan tugas yang belum selesai. Di sudut kelas, ada satu kursi yang hampir selalu...
Hari itu dimulai seperti biasa. Absensi dibuka. Nama dipanggil satu per satu. “Hadir.”“Hadir.”“Hadir.” Sampai satu nama disebut. Diam. “Tidak masuk, Pak,” kata ketua kelas. Tidak...
Setiap hari Senin, sekolah berubah menjadi panggung. Barisan siswa rapi. Guru berdiri tegak. Bendera dinaikkan dengan penuh hormat. Setidaknya, itu yang terlihat dari luar. Dari...