Pak Dimas berdiri di depan kelas dengan spidol di tangan, tapi pikirannya tidak benar-benar ada di papan tulis. Di hadapannya, murid-murid kelas itu seperti biasa,
Pagi itu, seperti biasa, kelas terasa riuh. Suara tawa bercampur dengan keluhan tugas yang belum selesai. Di sudut kelas, ada satu kursi yang hampir selalu
“Saya itu dulu sempat ragu…” Kalimat itu keluar pelan dari mulutku, di sela-sela obrolan santai sore hari di ruang kepala sekolah. Di luar, suara siswa
KUNINGAN – Kabar membanggakan datang dari dunia olahraga Kabupaten Kuningan. Delapan atlet cabang angkat berat binaan Persatuan Angkat Berat Seluruh Indonesia (PABERSI) Kuningan sukses melaju
Hari ini saya kembali diingatkan, bahwa sekolah itu bukan hanya tempat belajar membaca dan berhitung.Sekolah adalah tempat mimpi-mimpi kecil diselamatkan… sebelum terlambat. Saya melihat Ilyas.Anak
KUNINGAN — Dari sebuah ruang sederhana di SMP Negeri 1 Lebakwangi, lahir sebuah karya yang tidak sekadar film pendek, tetapi juga potret nyata perjuangan hidup
Hari itu dimulai seperti biasa. Absensi dibuka. Nama dipanggil satu per satu. “Hadir.”“Hadir.”“Hadir.” Sampai satu nama disebut. Diam. “Tidak masuk, Pak,” kata ketua kelas. Tidak
Setiap hari Senin, sekolah berubah menjadi panggung. Barisan siswa rapi. Guru berdiri tegak. Bendera dinaikkan dengan penuh hormat. Setidaknya, itu yang terlihat dari luar. Dari
Pagi di sekolah selalu dimulai dengan suara yang sama—bel yang nyaring, memecah udara yang masih dingin.Tapi hari itu, seperti hari-hari sebelumnya, ada satu suara lain
Far far away, behind the word mountains, far from the countries Vokalia and Consonantia, there live the blind texts. Separated they live in Bookmarksgrove right