Pagi itu, Bu Maya datang seperti biasa. Langkahnya tenang. Wajahnya rapi. Senyumnya tidak berlebihan, tapi cukup untuk membuat siswa merasa disambut. “Selamat pagi, Bu!” “Pagi,...
Pagi itu, ruang guru belum sepenuhnya ramai ketika Bu Sari sudah duduk di kursinya. Tasnya sudah terbuka. Buku-buku sudah tersusun. Daftar hadir sudah siap. Seperti...
Pagi itu, ruang aula sekolah lebih ramai dari biasanya. Beberapa guru duduk berkelompok, sebagian tampak antusias, sebagian lagi hanya mengikuti arus. Di depan, layar proyektor...
Hari itu, hujan turun sejak pagi. Tidak deras, tapi cukup untuk membuat halaman sekolah terlihat muram. Siswa datang dengan sepatu basah, sebagian mengeluh, sebagian lagi...
Pagi itu, gerbang sekolah masih setengah terbuka ketika Pak Dedi sudah berdiri di depannya. Langit belum sepenuhnya terang. Udara masih menyisakan dingin yang enggan pergi....
Pagi itu, saya melihat Bu Ina berjalan lebih pelan dari biasanya. Langkahnya tidak seperti hari-hari lain. Tidak ringan. Tidak tergesa. Seolah setiap pijakan menyimpan beban...
Pagi ini terasa beda.Bukan karena matahari yang lain, bukan juga karena angin yang lebih pelan.Tapi karena ada yang berangkat… dan hati ikut tertinggal di halaman...
Aku tidak pernah benar-benar siap melihat Ayah terbaring seperti ini. Di hadapanku sekarang, tubuh yang dulu tegap itu terbaring lemah di atas ranjang rumah sakit....
Aku sering ditanya, dari mana aku mendapatkan tenaga untuk berjalan sejauh ini. Pertanyaan itu biasanya datang setelah rapat panjang, setelah keputusan-keputusan yang tidak mudah, atau...
23 April selalu punya makna tersendiri. Bukan sekadar penanda bertambahnya usia, tetapi juga momen untuk menengok kembali jejak-jejak yang telah ditinggalkan seseorang dalam hidup banyak...