Kang Surya
CerpenTerbaru

Guru yang Diam, Tapi Mengubah Banyak Hal

Tidak semua guru berbicara.

Ada yang memilih diam.

Dan sering kali… mereka tidak terlihat.

Pak Hasan jarang sekali terdengar suaranya di rapat.

Ketika yang lain berdiskusi, ia mendengarkan.

Ketika diminta pendapat, jawabannya singkat.

Tidak panjang.

Tidak menggebu.

Kalau hanya dilihat dari forum, ia mungkin dianggap pasif.

Tidak menonjol.

Tidak dominan.

Tapi saya mulai memperhatikannya dari hal-hal kecil.

Perpustakaan yang dulu berdebu… perlahan rapi.

Buku-buku tersusun.

Ada sudut baca sederhana.

Saya tidak pernah melihat ada program resmi.

Tidak ada laporan besar.

Tidak ada pengumuman.

Suatu sore, saya melihatnya di perpustakaan.

Sendiri.

Membersihkan rak.

“Pak Hasan, lagi apa?”

Ia menoleh.

“Tadi ada waktu luang, Pak.”

Jawaban yang sederhana.

Beberapa minggu kemudian, saya melihat siswa mulai datang.

Duduk.

Membaca.

Tidak ramai.

Tidak langsung penuh.

Tapi ada.

Saya mulai bertanya ke siswa.

“Kenapa ke sini?”

“Enak, Pak. Lebih rapi.”

“Suka ada catatan kecil di buku, Pak.”

Catatan kecil?

Saya penasaran.

Saya membuka salah satu buku.

Di halaman depan, ada tulisan tangan.

“Kalau capek, istirahat sebentar. Lalu lanjut lagi.”

Tulisan sederhana.

Tanpa nama.

Saya tahu itu dari Pak Hasan.

Hari-hari berikutnya, saya semakin sadar, banyak hal kecil yang berubah.

Tanpa suara.

Tanpa klaim.

Suatu hari, sekolah mendapat penghargaan literasi.

Semua bertanya, programnya dari mana?

Saya tahu jawabannya.

Tapi saya tetap ingin mendengar darinya.

“Pak Hasan, ini semua dari Bapak ya?”

Ia tersenyum kecil.

“Tidak, Pak. Ini dari kebiasaan.”

Saya tertawa pelan.

“Kenapa tidak pernah disampaikan di rapat?”

Ia menatap rak buku.

“Kalau sudah berjalan… nanti juga terlihat, Pak.”

Hari itu, saya belajar…

Tidak semua perubahan datang dari ide besar.

Ada yang lahir dari kebiasaan kecil… yang dilakukan terus-menerus.

Dan orang-orang seperti Pak Hasan, mereka tidak mencari sorotan.

Tapi justru… memberi dampak paling lama.

Coretan Kang Surya

Related posts

Jejak Ketulusan Bunda Ela Diabadikan dalam Buku, Kisah Pengabdian yang Menginspirasi Kuningan

Surya

Guru Honorer yang Mengajar dengan Sisa Harapan

Surya

Guru yang Pernah Gagal, Tapi Memilih Bangkit

Surya

Leave a Comment